W a n i t a

26 10 2008

Wanita dalam bahasa Yunani mempunyai arti yang cukup tinggi dan selalu dijadikan lambang dari beberapa keadaan.
Tetapi didalam perkembangan keagamaan wanita seolah selalu dijadikan mahluk yang sangat lemah sehingga seringkali diperlukan ayat ayat khusus untuk membela kelemahannya.

Akan halnya cerita kuno mengenai wanita ini selalu dijadikan lambang kesuburan dan lambang keagungan yang menjadikan wanita mempunyai kedudukan yang tinggai dimata mereka.

Zamanpun berubah dengan cepat, diabad pertengahan wanita kemudian menurun citranya bahkan seringkali hanya dijadikan lambang seksualitas dan kebiadaban kaum laki laki dimana mereka seringkali membuat parawanita menderita dan seperti tidak mempunyai nilai yang berarti.

Dalam perkembangan peradaban modern seringkali wanita dijadikan faktor keberuntungan bagi sebuah kegiatan usaha karena dinilai sangat mempunyai potensi untuk dapat menarik perhatian orang yang akan dijadikan teman usaha atau partner dalam berbisnis.

Nah apabila kita simak lebih jauh tentang keberadaan wanita sebagai ibu sekaligus istri bagi seorang anak dan suami, membuat dirinya begitu kuat keberadaannya didunia ini dan begitu kompleks permasalahan yang dihadapinya karena dia harus memainkan berbagai peranan yang sering kali tidak sesuai dengan keinginannya sendiri.

Dalam banyak hal wanita seringkali mempunyai pemikiran pemikiran yang jauh lebih maju dari kaum laki laki tetapi karena selama berabad abad dunia didominasi oleh kekuasaan kaum laki laki potensi yang mereka miliki sering tidak terlihat bahkan sering kali terkubur dalam.

Apabila kita menelaah lebih jauh masalah wanita yang dikaitkan dengan peranannya didunia politik maka yang akan terlihat adalah sebuah keadaan yang membuat dirinya harus rela mengorbankan segala idealisme dirinya sendiri yang mungkin saja sangat bagus bagi perkembangan dunia politik dinegaranya namun seringkali tidak dapat terlaksana dengan sepenuhnya karena dominasi laki laki yang sering berperan sebagai suaminya.
Dan wanita dalam hal ini tetap saja masih selalu berada dibawah dominasi kaum pria.

Dalam perkembangan ilmu pengetahuan tentang genitalisme, kaum wanita sering dilambangakan sebagai bentuk sebuah keindahan alami yang sangat luar biasa daya tariknya sehingga banyak sekali orang memanfaatkan kecantikan dan keindahan ini untuk menarik masyarakat terutama dibidang konsumerisme agar segala bentuk apapun yang diperlihatkan dapat membuat nilai jual bertambah tinggi dan bertambah baik. Dan sepertinya keadaan ini terus berlangsung hingga sekarang.

Kegunaan agama dalam hal ini, seringkali membuat wanita harus merasa dirinya tergantung pada keberadaan laki laki tetapi menjadikan nilai mereka begitu tinggi dalam kehidupan didunia sehingga seringkali diutarakan dalam ayat ayat keagamaan bahwa wanita adalah tiang kehidupan manusia. Benarkah itu ?

Rupanya disini ada sedikit perbedaan persepsi diantara kaum pria, dimana mereka tidak senang dengan kata kata itu bahkan cenderung menentangnya karena menurut kelompok ini, wanita tidak mungkin bisa dijadikan tiang kehidupan karena kehidupannya sangat tergantung pada kaum laki laki bahkan mereka mengutarakan hal yang lebih menjatuhkan derajat kewanitaan dimana mereka menganggap wanita hanyalah pemuas seksualitas mereka dan apabila sudah tidak dapat memenuhinya lagi dapat dibuang begitu saja seperti makanan yang sudah busuk.

Tentu saja pendapat ini membuat berang kaum feminis yang mati2an memperjuangkan hak dan derajat kaum wanita dalam kehidupannya.
Rupanya apa yang mereka perjuangkan memperlihatkan hasil dimana belakangan ini sudah banyak wanita yang mempunyai jabatan jabatan politik penting dan peran para suami tidak mempengaruhi kebijakan kebijakan politiknya.

Hal yang sama juga diperlihatkan dibidang lain dalam berbagai cabang keilmuan wanita mulai banyak mengambil alih posisi posisi penting yang biasanya hanya dipegang oleh kaum laki laki.
Tapi sebenarnya bidang apapun yang telah berhasil diraih oleh kaum wanita ada satu hal yang tetapi tidak pernah sanggup dikerjakan yaitu pengangkatan beban yang berat yang melebihi kapasitas tenaganya.

Dan seperti sudah menjadi keputusan akhir dari kodrat manusia yang menyatakan dalam hal ketenagaan yang dibutuhkan untuk mengatasi beban yang berat tetap saja wanita membutuhkan tenaga kaum laki laki dan tetap saja mereka tidak akan pernah melakukannya sendiri kecuali dia mempunyai ekstra tenaga yang lebih besar dari yang biasa.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: