Fenomena Arsitektur Indonesia di Era Globalisasi

23 10 2008

Ketika negara-negara menjadi satu dalam kesatuan yang kokoh, maka pada saat ini akan terjadi pertukaran kebudayaan yang sangat cepat dan luar biasa pengaruhnya kepada perkembangan Arsitekturnya. Misalnya pada saat pertama era globalisasi maka akan terjadi suatu fenomena yang tidak kita duga sebelumnya dimana segala hal yang menyangkut kehidupan manusia akan begitu dominan didalam pemecahan bentuk dari suatu ruangan.
Pada saat orang sudah mulai kehilangan identitas diri dalam berkarya maka yang akan terjadi ialah semua orang akan mempunyai suatu selera yang hampir sama yaitu suatu bentuk yang sederhana ,tetapi mampu memenuhi segala kebutuhan hidup mereka dari mulai tidur, bekerja, bersantai bahkan bersosialisasi dengan lingkungannya.
Ketika suatu negara merasa bahwa ciri kenegaraannya sudah tidak bisa dipertahankan lagi, maka yang akan terjadi adalah suatu bentuk arsitektur yang didominasi oleh pemenuhan kebutuhan utama dalam kehidupannya, dan yang pertama akan terlihat adalah bagaimana mereka mulai mengolah pemikiran yang sifatnya tidak individualis lagi tetapi lebih mengarah pada kebersamaan dengan lingkungannya karena disanalah mereka akan merasa bahwa ternyata didunia ini tidak hanya ada satu bentuk arsitektur yang selama ini dia yakini, tetapi begitu banyak ragam arsitektur yang pada akhirnya akan menjadi suatu bentuk yaitu bentuk globalisasi.
Melihat fenomena diatas, lalu apa yang akan terjadi di Indonesia dimana kita harus mempunyai kebanggan pada bentuk arsitektur tradisional kita dan harus berusaha menjadikannya menjadi arsitektur dunia karena kalau tidak bagaimana cara kita memasuki globalisasi.
Untukmengetahui apa dan bagaimana arsitektur kita nanti, sebaiknya kita menelusuri dulu Arsitektur tradisional kita.
Pertama, bahwa didalam kehidupan masyarakta Indonesia sudah terjadi beberapa perbedaan yang mencirikan bahwa di Indonesia terdapat banyak sekali beragam suku bangsa dimana mereka mempunyai adat kebiasaan yang hampir sama tetapi berbeda dalam pengungkapannya.
Kedua, apabila sebuah budaya lahir, itu berarti bangsa itu adalah suatu bangsa yang memiliki kebudayaan yang mencerminklan pola pikir ataupun kebiasaan hidup masyarakatnya.
Ketiga, didalam perjalanan kehidupan, banyak bangsa Indonesia mengalami degradasi kebudayaan karena begitu kuatnya pengaruh kehidupan barat, sehingga banyak sekali penduduk Indonesia yang merasa bahwa kehidupan jaman dulu atau yang kita sebut tradisional sudah banyak yang tidak sesuai lagi dengan tuntutan jaman, sehingga mereka lebih menyukai segala sesuatu yang berbau luar negeri.
Keempat, didalam perenungan seorang empu gandring Indonesia akan menjadi suatu negara yang sangat kuat dan hebat karena pada saat itu kerajaan Majapahit begitu kuat sehinggan didalam perenungannya negara itu akan menjadi negara besar sehingga banyak hal yang merasa harus dipertahankan demi menjaga keutuhan kehidupan tradisional kita dan hal ini membuat perkembangan arsitektur kita menjadi sangat terhambat bahkan cenderung berhenti tidak dapat berkembang lagi
Kelima, apabila kita menelusuri arah kemana kita akan pergi nanti, maka kita akan melihat suatu arah yang tidak pasti dan tidak jelas, karena kita dihadapkan pada berbagai macam pilihan perjalanan yang membuat kita tidak dapat memutuskan arah yang sesuai dengan keinginan kita sebagai orang Indoneisa, dan ketika suatu perubahan yang sangat drastis terjadi maka kita semua akan merasa kaget dan sedih, karena ternyata kita melangkah kearah masa depan yang tidak mencerminkan tradisi kita lagi. Arsitektur tradisional kita hilang.
Inilah fenomena yang akan kita hadapi nanti
Lalu apa yang harus kita lakukan, apakah mulai sekarang kita menghapus saja ciri kearsitekturan kita atau kita membiarkan sesuatu terjadi secara alami tanpa harus ada yang diperjuangkan ataupun dipertahankan?
Memang bak buah simalakama yang harus kita telan begitu saja apa yang terjadi nanti karena kita tidak mempunyai kekuatan untuk dapat mempertahankan tradisi kita pada era globalisasi nanti.
Lalu bagaimana nasib kita sebagai bangsa Indonesia ini? Apakah akan menyerah pada keadaan atau berjuang mempertahankan suatu yang sudah pasti akan hilang.
Disinilah letaknya renungan kita sekarang. Bagaimana kita harus bersikap dan bagaimana kita harus berbuat, karena hati nurani kita tidak dapat dibohongi bahwa kita harus tetap mempertahankan ciri budaya kita dalam dunia arsitektur. Kita tidak ingin penjajahan bentuk baru menjajah kita lagi . Kita tidak ingin arsitektur kita dijajah oleh arsitektur bangsa lain. Kita tidak ingin negara kita menjadi negara gado-gado karena tidak lagi terlihat budaya asli kita mendominasi kehidupan bangsa Indonesia.
Jadi apa yang harus kita perbuat karena sepertinya tidak ada pilihan yang dapat kita jadikan patokan kita melangkah?

Analisanya begini
Apabila kita membuat suatu keputusan bulat untuk tetap mempertahankan Ciri arsitektur budaya kita, maka kita akan dihadapkan pada beberapa kendala besar yaitu :
-. Arsitektur tradisional kita tidak dapat mengadopsi dengan baik segala hal yang berbau teknologi modern, karena arsitektur tradisional kita berangkat dari suatu pandangan kehidupan religius yang sama sekali tidak memperhatikan adanya teknologi modern.
Apabila kita memaksakan kehendak terhadap bentuk arsitektur tradisional dengan memaksakan segala unsur yang berbau modern kedalamnya, maka yang akan terlihat adalah bentuk yang sangat memprihatinkan karena sudah tidak jelas lagi dominasi budayanya.
-. Dalam pembentukan pola hidup bangsa Indonesia sangat dipengaruhi oleh pemikiran kuno, yaitu bahwa kehidupan kita sudah ada yang mengatur dan kita tidak usah terlalu meyakini bahwa kita sendiri dapat mengatur kehidupan kita, jadi janganlah membuat suatu hal yang akan merusak citra kehidupan tadi dan jangan pula mencoba merubah sesuatu yang sudah diciptakan menjadi kehidupan kita, karena hal itu akan membuat kita tidak bahagia dan hal ini juga merupakan suatu penolakan pada takdir kehidupan kita.
-. Jika didalam pemikiran bangsa Indonesia sekarang tidak lagi dipengaruhi oleh hal-hal yang berbau kepasrahan kepada yang mengatur “yang Diatas”, maka kita akan dihadapkan pada hal-hal yang sifatnya lebih kepada sesuatu yang tidak jelas acuannya karena begitu banyaknya hal yang tidak dapat kita cerna begitu saja, seperti halnya perkembangan teknologi yang kadang-kadang tidak dapat kita pakai apabila kita benturkan pada masalah pola hidup kita, dan hal ini akan membuat pola pikir kita menjadi tidak begitu terarah dengan jelas lagi. Kemana kita akan mengarah dan kemana kita akan pergi dan kemana kita akan menetapkan diri.
Begitu banyak hal-hal diluar jangkauan pikiran kita yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi dan juga begitu banyak masalah yang muncul pada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan arsitektur didalam negeri kita ini.
Seperti kata pepatah kuno yang mengatakan bahwa hidup tidak akan pernah berhenti apabila kita sendiri tidak menghentikannya atau memang kita sudah saatnya berhenti karena sudah takdir. Apakah pepatah ini akan kita kaitkan dengan kehidupan Arsitektur Tradsional kita ataukah kita akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan untuk mempertahankan keberadaannya ?
Tentu saja jawabannya tidak mudah, dan memang tidak akan pernah mudah, karena keputusan apapun yang diambil kita harus melihat berbagai kasus dan problem yang muncul yang berpengaruh didalam kehidupan bangsa Indonesia ini dan yang paling penting adalah bagaimana kita menyikapi pengaruh yang datang yang diakibatkan oleh perkembangan bilateral dan perkembangan politik yang sangat berpengaruh pada pola kehidupan dan pola pikir masyarakat Indonesia, dan ini sangat berakibat pada perkembangan arsitekturnya.

Jadi apa yang harus kita lakukan selanjutnya dan kira-kira kemana akan kita arahkan arsitektur Indonesia dimasa depan nanti.
Yang bisa kita lakukan mungkin
Pertama, kita harus melakukan suatu penelitian yang mencangkup gambaran awal terjadinya arsitektur di Indonesia yang tentu saja sangat penting sebagai acuan awal darimana kita akan mulai berpijak
Kedua, kajian berikut adalah bagaimana arsitektur pada jaman itu dijadikan sebagai arsitektur tradisional kenapa bukan arsitektur Indonesia saja atau arsitektur jaman Belanda atau jaman Majapahit.
Ketiga, apabila kita telah mendapatkan bagaimana kita memulai dan bagaimana kita mengetahui arsitektur kita pada jaman dulu maka kita dapat melihat bagaimana hal itu bisa menjadi suatu patokan untuk kita, apakah benar bahwa arsitektur yang kita kenal sebagai arsitektur tradisional itu adalah benar sesuai dengan tuntutan jaman waktu itu, atau apakah arsitektur tradisional hanya menggambarkan suatu pola kehidupan masyarakat pada jamannya.
Keempat, kalau melihat lebih jauh kebelakang lagi, maka kita akan melihat suatu fenomena yang agak menyimpang dari apa yang kita lihat sekarang, dimana sekarang ini arsitektur tradisional se-olah-olah merupakan barang mati yang tidak bisa kita tawar lagi dan tidak bisa kita kembangkan lagi. Fenomena tersebut adalah barangkali kita dapat melihat dari suatu perubahan yang sangat drastis, dari pola kerajaan yang serba gemerlap dan serba wah menjadi suatu pola kehidupan rakyat yang serba sederhana, dan sepertinya dikuasai oleh suatu peradaban yang sangat bertumpu pada kehidupan keagamaan
Kelima, jika kita mencoba menelusuri lebih jauh maka kita akan menemukan bahwa peradaban bangsa Indonesia sudah sangat maju pada zaman kerajaan Majapahit dulu, dan dilanjutkan dengan zaman kerajaan Sriwijaya sehingga kalau kita sekarang ini begitu terpukau oleh datangnya arsitektur luar yang kelihatannya sangat modern atau sangat teknologis, maka hal ini sebenarnya akan membuat hati kita teriris pilu karena jaman dulu kita begitu hebat keluar, namun sekarang kita begitu terjepit oleh pengaruh luar.
Keenam, jika dalam pandangan sempit kita seolah-olah tidak berdaya menghadapi pengaruh kemajuan jaman yang dicirikan oleh kemajuan teknologi, maka dalam pandangan yang lebih luas kita seharusnya bangga dengan pengaruh kita terhadap perkembangan peradaban pada jaman dulu.
Dari keenam faktor diatas yang masih selalu menjadi perhatian adalah bahwa kita harus tetap mempertahankan arsitektur tradisional kita walaupun sebenarnya sudah sangat tidak mungkin lagi untuk bisa bertahan dalam era globalisasi nanti.
Pertanyaannya adalah lalu kita akan apakan arsitektur tradisional kita ini, akan kita ganti dangan sesuatu yang baru atau akan kita bina dan kembangkan sehingga mampu bersaing dengan arsitektur luar dan mampu kita jual keluar Indonesia sehingga arsitektur Indonesia mempunyai nama dan pengaruh didalam perkembangan arsitektur dunia.

Arsitektur Indonesia, apakah ada dinegara kita ini? Kalau ada bagaimana bentuk dan filosofinya dan kalau tidak ada kenapa sampai tidak ada padahal kita sangat bangga dengan berbagai macam bentuk bangunan yang menggambarkan ciri dari tiap daerah yang katanya sangat dikagumi oleh turis mancanegara.

Dilihat dari letak dan posisi negara Indonesia, maka kita sangat strategis bagi aliran sirkulasi perdagangan maupun dari segi keamanan dunia karena negara kita terletak pada bagian yang mempunyai akses paling mudah untuk belahan dunia utara dan selatan yang artinya bagi perkembangan budaya Indonesia sangat rawan terhadap pengaruh yang dibawa oleh mereka yang akan memakai jalur ini yaitu bangsa-bangsa yang akan membina suatu hubungan bilateral dengan negara dibelahan bumi yang lain.
Mereka yang akan melalui jalur ini tanpa disengaja maupun disengaja akan membawa dampak yang cukup kuat terhadap budaya Indonesia yang memang sudah rawan terhadap budaya luar. Tetapi kalau kita simak lebih jauh ternyata apa yang kita khawatirkan akan terjadi pengaruh yang akan berakibat merosotnya nila budaya kita tidak pernah terjadi karena begitu kuatnya adat setempat sehingga budaya luar agak sulit berkembang dan hal ini adalah merupakan suatu potensi yang luar biasa bagi ketahanan negara kita terhadap pengaruh budaya asing.

Masuknya budaya asing yang ternyata sulit dibendung pengaruhnya justru karena akibat perkembangan teknologi yang sangat cepat sehingga informasi ataupun gambaran pola kehidupan yang sepertinya sangat menyenangkan tertangkap oleh masyarakat luas dari mulai kota besar sampai ke pedesaan terpencil dan ini tidak bisa dicegah lagi karena kita tidak bisa menghindar dari perkmbangan ini.
Akibatnya kita sudah bisa terka bahwa sebagian masyarakat kita tidak bisa lagi bertahan dengan budaya nenek moyangnya yang dinilai sudah ketinggalan jaman atau sudah kuno, dan inilah cikal bakal dari lunturnya budaya bangasa kita.
Arsitektur adalah bagian dari ekspresi budaya masyarakat karena sangat berkaitan dengan pola pikir dan pola hidup penggunanya sehingga didalam perkembangannya sangat terlihat perubahan dalam bentuk, tata letak ruang dan perabotan serta peralatan lain yang dibutuhkan.
Jadi, apabila kita akan mempertahankan arsitektur tradisional kita yang katanya akan merupakan ciri budaya kita, budaya yang mana yang akan kita pertahankan, karena sangat jelas terlihat akibat dari perkembangan teknologi ini merambah begitu cepat pada setiap aspek kehidupan masyarakat Indonesia.
Lalu bagaimana kita dapat mempertahankan Arsitektur Indonesia kalau kenyataanya Arsitektur Indonesia itu tidak ada karena yang sekarang selalu didengungkan adalah arsitektur tropis dan kalau bicara arsitektur tropis ternyata bukan kita saja yang memakai thema seperti itu, karena selain negara Indonesia masih banyak negara yang terletak didaerah tropis.
Apakah Arsitektur Indonesia itu identik dengan Arsitektur Tradisional Sunda, Jawa, Bali, Sumba dan daerah2 lain, atau memang arsitektur Indonesia ini terdiri dari arsitektur arsitektur yang mempunyai ciri kedaerahan.
Selama ini Arsitektur Indonesia hanya dikaji dan ditulis dengan bahsa ilmiah yang kedengarannya sangat filosofis dan sangat tidak dimengerti oleh orang awam karena belum pernah ada yang mencoba membuat bentuk yang jelas mengenai arsitektur Indonesia. Seorang arsitek luar pernah mencoba membuat disain banguna perkantoran yang katanya merupakan jelmaan dari filosofi arsitektur Indonesia dan yang terlihat adalah permainan bentuk atap tropisyang dipasang disetiap lantai, dan setelah kita lihat-lihat akihirnya kita bertanya apakah benar ini arsitektur Indonesia.
Dengan melalu keputusan para pejabat setempat, tiap daerah yang merasa mempunyai arsitektur trsadisional berusaha untuk mempertahankan bentuk arsitekur tradisional dengan membuat bentuk atap yang katanya itu merupakan ciri budaya setempat. Alhasul terlihatlah arsitektur daerah dengan bentuk atap yang aneka macam sesuai dengan permintaan para pejabat yang sepertinya tidak mengerti apa arti dari arsitektur itu sendiri. Ketidak mengertian ini sangat membingungkan para pembuat disain karena dengan posisi jabatannya membuat para perencana harus mengikuti apa yang diinginkan mereka karena tidak ingin dianggap tidak berbudaya kedaerahan. Jadilah arsitektur tradisional adalah arsitektur atap, yang penting atapnya menggambarkan ciri kedaerahan yang kuat tidak peduli apapun fungsi yang dinaunginya.

Tahun 2003 adalah langkah awal pada era globalisasi dimana kita sudah tidak mungkin lagi menghindar masuknya para ekspert asing ke Indonesia termasuk para arsiteknya, dan sudah bisa dipastikan arsitek kita harus bersaing keras dengan mereka untuk mendapatkan pekerjaan dan tendensi orang yang beruang mamkai tenaga mereka sangat kuat karen amereka masih sangat dipengaruhi oleh image bahwa segala sesuatu yang berbau asing pasti akan lebih baik. Selain hal itu berbagai proyek besar yang melibatkan investor asingpun akan bermunculan dimana mereka sudah barang tentu akan membawa tenaga expert mereka karena selain pesan dari negaranya sendiri juga masalah kepercayaan akan keahliannya. Maka sudah dapat kita bayangkan bahwa Indonesia akan kedatangan para arsitek yang mungkin keahlian dan kemampuannya masih jauh dibawah para arsitek dalam negeri. Tetapi mengapa merak begitu menakutkan dan mengancam kehidupan para arsitek dalam negeri ?
Pertama andaikata masalahnya hanya karena investor asing yagn membawa seluruh krunya dari negaranya, kita tidak bisa apa-apa kecuali pasrahn saja hanya mungkin ada sedikit pengharapan kepada petinggi negara yang akan membuat peraturan mengenai ketenaga kerjaan sehingga setiap proyek dengan investasi asing harus menyertakan tenaga ahli dari dalam negeri.
Kedua apabila masalahnya terletak pada kwalitas arsitek luar .. ( to be continued )…..


Actions

Information

2 responses

9 11 2011
blogwalker arsitektur

continued-nya kok gak ada ya?

11 11 2011
mirabiela

Iya neeh belum sempet nulis lagi.. keburu banyak kesibukan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: