ADA APA DENGAN SAMPAH ?

21 10 2008

Sebuah barang yang sudah tidak dipakai lagi akan menjadi sampah apabila barang itu tidak ada lagi yang ingin menggunakannya .

Didalam setiap kehidupan manusia, selama dia menggunakan sebuah barang apakah itu berupa benda pakai ataupun benda yang dimakan, maka sampah tidak akan pernah dapat dihindarkan, apalagi setiap hari manusia selalu membutuhkan makanan ataupun pergantian alat pakai yang setiap hari terus bertumpuk bekas pakainya.

Nah apabila kita selalu memikirkan setiap benda pakai ataupun makanan yang akan kita gunakan, kenapa kita tidak pernah memikirkan barang atau benda yang sudah tidak dipakai itu seserius saat kita memerlukannya ?

Setiap manusia selalu merasa tidak nyaman apabila terganggu oleh barang barang yang tidak dipakai dan dibuang, sepertinya barang itu jatuh dari langit bukan dari pemakaiannya sendiri.
Memang ada bagian dari manusia yang tidak dapat kita hindari yaitu selalu membuang barang yang tidak terpakai seenaknya dan tidak mempedulikan kebersihan dari lingkungannya, tetapi apabila kita renungkan dengan hati yang bersih dan jernih, sebetulnya kemanapun kita membuang barang bekas, lingkungannya akan tetap terganggu, karena makin banyak barang bekas ditumpuk, gangguannya pun makin besar.

Sebuah lingkungan perumahan akan bernafas lega apabila sampah dilingkungannya tidak terlihat dan tidak tercium baunya bahkan dia akan sangat terganggu apabila sipengangkat sampah tidak datang walaupun hanya sekali.
Terpikirkah oleh masyarakat ini bahwa sampah yang diambil dari rumahnya itu adalah merupakan bagian dari tumpukan sampah yang menggunung disebuah tempat lain yang akan terlihat oleh masyarakat disekitarnya dan juga akan tercium baunya oleh mereka.
Lalu bagaimana kita dapat memikirkan pemecahannya apabila ternyata masih ada segolongan masyarakat yang masih menggantungkan kehidupannya pada tumpukan sampah ini?

Memang banyak sisi yang dapat kita lihat dari masalah ini.
Ada sebagian yang melihat sampah dari sudut barang yang menjijikkan dan harus dibuang jauh jauh dari pandangannya, ada juga yang memandang sampah sebagai barang yang membuat bulu hidung bergerak karena merasakan bau yang menyengat dan sebagian lagi melihat bahwa sampah merupakan sumber kehidupan.
Ada sebagian masyarakat yang menginginkan pembuangan sampah itu diatur sesuai dengan jenis bendanya, ada lagi yang tidak menginginkan pemisahan atau pengaturan ini karena akan membuat biaya pembuangan sampah menjadi lebih tinggi dan masih banyak lagi pendapat dan keinginan tentang persampahan ini.

Yang sekarang menjadi persoalan adalah dari sekian banyak opini dan keinginan, yang muncul utama adalah keinginan dari sekelompok masyarakat yang menyangkut bagaimana masalah sampah ini dihilangkan ketidak enakannya dan diganti dengan hal hal yang bermanfaat bagi kehidupan selanjutnya.
Mayoritas penduduk Indonesia sebenarnya sangat menginginkan bagaimana penanganan sampah ini sebaik yang mereka harapkan. Namun mereka hanya mengungkap keinginan dan selebihnya silahkan atur oleh pemerintah yang penting mereka tidak merasa terganggu.

Benarkah masalah sampah ini sepenuhnya kewajiban Pemerintah ?

Ada beberapa hal yang patut dicermati dengan hati yang jernih dan dengan pikiran yang terbuka kearah penyegaran ingatan akan seluk beluk persampahan ini,
Pertama : ulangi setiap perjalanan sampah dari mulai sumber pembuat sampah sampai akhir perjalanannya.
Kedua : coba urut bagaimana sebuah sampah padat kering dapat dijadikan kembali barang yang berguna untuk digunakan lagi
Ketiga : jangan biarkan seseorang membuat sampah tercampur begitu saja antara yang basah dan kering karena sampah basah akan menimbulkan kesan yang menjijikan dibanding dengan sampah yang kering
Keempat : jangan juga mencampur kaleng kaleng bekas dengan plastik plastik bekas bungkusan karena akan terjadi penumpukan yang tidak dapat disatukan kegunaannya
Kelima : apabila ada sekelompok manusia yang mempunyai mata pencaharian dibidang persampahan ini sebaiknya jangan dibiarkan bebas tidak terkendali sehingga sering mengganggu kebersihan tempat sampah itu sendiri. Usahakan mereka dikoordinasikan oleh lingkungan setempat sehingga setiap hari mereka dapat mengambil sampah yang menurut mereka berguna dengan tertib dan berdasarkan jadwal yang telah disepakati.
Keenam : apabila ada sebagian masyarakat yang tidak menginginkan rumahnya dikenai biaya yang dibutuhkan untuk penanganan sampah ini maka sebaiknya orang itu dijadikan pimpinan pengelolaan sampah lingkungan ditempatnya berada karena dengan demikian dia akan merasakan bagaimana rumitnya masalah sampah ini.
Ketujuh : apabila terjadi kericuhan antara pengelola sampah dan para pencari barang yang dipilih, maka mereka harus dapat mentaati segala aturan yang sudah ditetapkan dilingkungan masing masing daerah sehingga setiap hal yang mengarah pada keributan dapat dicegah.
Kedelapan : seorang penduduk sebaiknya disuruh mencatat segala kebutuhan yang diperlukan oleh pengelola dan memberikan gambaran kasar mengenai biaya yang diperlukan sehingga setiap penduduk dapat mengetahui berapa banyak uang yang harus mereka keluarkan agar pengelolaan sampah ini dapat terwujud dengan baik.
Kesembilan : jangan ragu ragu untuk mengambil tindakan tegas bagi warga lingkungan yang selalu membuang sampah sembarangan dan peringatkan dia akan konsekwensinya.

Didalam proses penanganan sampah ada satu hal yang perlu diperhatikan yaitu tidak ada gunanya sebuah program penanganan secanggih apapun, apabila dari setiap penduduk tidak menyadari bahwa persoalan sampah adalah persoalan hidup manusia yang mendasar dan bukan buatan orang lain akan tetapi adalah buatan sendiri.

Jadi coba kaji lagi yang tertib bagaimana diri kita membuat sampah dan bagaimana membuangnya dan bagaimana apabila ternyata pembuangan itu tidak pada tempatnya.
Akankah hal ini akan menjadi fenomena yang aneh atau fenomena biasa yang tidak perlu dikaji dengan teknologi tinggi, cukup dengan mengatur pembuangan sampah yang dimulai dari rumah sendiri.


Actions

Information

One response

29 10 2008
bluekaizen

Sampah, ternyata selain dibuang juga dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti kompos(sampah organik), souvenir(sampah kertas) dan berbagai macam kerajinan yang memanfaatkan barang ataupun sampah. Disini kita dituntut untuk lebih kreatif dalam menghadapi berbagai persoalan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: