Dosa

12 10 2008

Ketika seorang manusia merasa dirinya tertipu oleh orang lain, seketika itu juga dia memberikan pendapat bahwa orang yang telah menipunya itu berdosa.
Ketika dirinya tertimpa petaka yang membuat dia merasa berdosa karena pernah tidak mendekatkan diri pada Tuhan YME, maka dosa menjadi sebuah penyesalan yang tidak pernah berhenti karena tidak mempunyai ujung terakhir.
Ketika seorang manusia menyalahi aturan AGAMA yang dianutnya, maka seketika orang sekitarnya akan menyebutkan bahwa orang itu berdosa.
Dan masih banyak lagi kejadian kejadian didunia ini yang menggunakan kata dosa untuk menyatakan sebuah perbuatan yang mereka rasakan bukan dijalan yang diridhoi Allah.

Lalu apa sih sebenarnya arti kata DOSA ini, benarkah setiap perbuatan yang menentang ajaran Tuhan disebut perbuatan dosa?

Sebenarnya kata DOSA itu tidaklah semudah orang mengucapkannya dan membuat setiap kegiatan yang mereka rasakan tidak dijalan Tuhan disebut dosa.

Ada beberapa pendapat yang membuat manusia merasa berdosa apabila dia telah menyakiti hati orang lain apalagi orang itu adalah orang yang sangat dekat dengan dirinya dan sangat dia sayangi.
Ada lagi yang mempunyai perasaan bersalah yang begitu besar dan mengatakan dirinya sangat berdosa dengan kesalahan yang telah dibuatnya itu
Sebagian orang lagi akan merasa dirinya tidak tenang ketika dia merasa melakukan kesalahan yang membuat orang lain celaka atau menderita dan dia merasa sangat berdosa
Siapa yang sering membuat kesalahan yang membuat dirinya selalu merasakan getaran aneh didalam dirinya dan selalu merasakan ketidak enakan hati yang luar biasa, maka dia merasa sangat berdosa dengan apa yang telah dilakukannya.

Jadi apakah benar setiap rasa bersalah atau rasa hati yang tidak enak itu adalah dosa. Lalu bagaimana dengan neraka sebagai tempat orang berdosa. Adakah memang pada akhirnya orang itu akan mengisi sebuah neraka jahanam apabila dirinya merasa berdosa atau disimpulkan orang bahwa dia telah berdosa.

Dosa hanya sebuah kata sederhana yang terdiri dari empat huruf yang saling berkaitan dan membentuk sebuah kata dasar yang mempunyai makna yang tidak sederhana seperti bentukan katanya. Ada makna yang sangat dalam didalam kata ini dimana setiap orang dapat merasakan apa itu dosa dengan versinya sendiri sendiri dan setiap orang sepertinya bebas bebas aja menggunakan kata ini ketika dia melihat orang lain berbuat yang tidak sejalan dengan fahamnya atau aturan aturan agamanya yang sangat dia yakini.

Lalu apa sebenarnya dosa itu, bagaimana sebuah kata dosa menjadi begitu berat bagi orang yang mengucapkannya dan begitu tinggi bagi orang yang menghindarinya.

Kita kembali kepada sebuah kehidupan dimana setiap manusia mempunyai hak pada keadaan hidupnya masing masing dan setiap orang sepertinya tidak perlu diikat oleh sebuah aturan pun untuk menjalani kehidupannya. Namun sejalan dengan perkembangan jaman didunia ini, muncul beragam karakter dalam kehidupan dan masalahpun bertambah ketika karakter karakter ini saling bergabung dan mempertahankan eksistensinya. Selain bergabung karakter karakter ini juga saling berlomba untuk menjadikan karakternya menjadi yang utama dalam peranan kehidupan manusia didunia.
Ketika sebuah karakter muncul dan mendominasi karakter lain, maka yang akan terjadi adalah ketidak seimbangan dalam kehidupan dimana karakter yang dominan mengambil tempat lebih banyak dari karakter yang tidak dominan. Ketika sebuah karakter dominan merasa dia paling menonjol diantara karakter yang tidak dominan disitulah muncul kesombongan, keakuan yang tinggi dan ketidak seimbangan diri yang mengarah kepada takabur dan merasa diri sangat penting dan sangat menguasai apapun yang ada dihadapannya.
Seperti halnya manusia yang sering merasa dirinya tertekan maka karakter yang paling tertekan akan mengadakan perubahan mendasar dengan berbagai cara yang halus sampai yang paling kasar. Dan disinilah awal dari ketidak serasian sebuah komunitas manusia didunia dimana faktor dominan dan tidak dominan saling berkejar kejaran untuk menjadi yang paling utama dalam sebuah kehidupan.
Sebuah komunitas yang tidak serasi akan memberikan persaingan dalam menuju sebuah kehidupan yang diinginkan dan dianggap dapat membuat dirinya menjadi nomor satu dalam kehidupannya dan mulai dari keinginan inilah setiap langkah manusia dapat mengarah kepada penipuan karakter, penjajahan hak dari karakter lain, pelecehan kehidupan karakter lain dan yang kejam adalah penghancuran karakter yang dianggap menjadi saingan terberatnya.

Mungkin hal inilah yang membuat setiap orang yang peka terhadap lingkungan sekitarnya memikirkan dan merenungkan seluruh kondisi kehidupan manusia yang berada dalam jangkauan pemikirannya saat itu. Dalam perenungan ini muncullah kata kata didalam pikirannya yang mengatakan bahwa manusia tidak bisa dibiarkan lagi mengatur dirinya semau dia apabila pada akhirnya akan membuat orang lain menderita atau membuat kehancuran pada kehidupan mahluk lain didunia ini. Manusia harus dibawa kedalam sebuah kehidupan dimana setiap langkah yang akan dijalani harus diberi arahan yang positip dan membuat dirinya merasa bahwa ternyata hidup tidak bisa dijalani sendirian, kebersamaan yang indah adalah sebuah kehidupan yang sangat dapat membuat diri setiap manusia didunia merasa tenang dan bahagia. Dengan mengacu pada kebersamaan dan rasa saling menghormati dan tidak saling menyakiti satu sama lain mungkin disinilah letak asal muasal kata DOSA yang mengandung arti sesuatu yang dilakukan yang dapat membuat orang lain menderita ataupun merasa sakit pada bagian dalam hatinya sehingga mulailah diadakan aturan aturan dimana secara bertahap mengarah kepada akibat sebuah perbuatan yang tidak disenangi oleh orang lain atau perbuatan yang membuat orang sakit dan menderita. Apapun yang dinamakan DOSA semuanya mengarah kepada kata hukum yang berlaku saat itu. Jika saat ini begitu banyak aturan yang menyebutkan sebuah dosa, kelihatannya tidak semuanya benar bahkan cenderung dibuat oleh manusia sendiri yang sangat merasa tahu akan arti dosa ini padahal sebenarnya dia tidak mengetahui secara jelas “ Apa sih artinya DOSA “. Semua hukum yang mengarah kepada pendapat pribadi yang berlebihan akan mengaburkan arti kata ini dan membuat seolah olah setiap langkah yang diambil selalu beresiko DOSA dan setiap langkah yang dikatakan DOSA akan mendapatkan hukuman yang berat, padahal semuanya belum tentu karena yang mengetahui seberapa berat hukuman dan seberapa banyak DOSA hanyalah Tuhan YMK bahkan mungkin para malaikatpun tidak berani mengatakan berapa berat hukuman dan berapa besar dosa seseorang.
Apabila kita mengacu pada hal diatas, maka hanya Tuhan YME yang berhak menyebutkan bahwa sebuah perbuatan yang dapat membuat diri kita terbebani oleh akibat perbuatan kita sendiri adalah sebuah DOSA, makin berat perbuatan kita maka akan makin berat batin kita terbebani dan mungkin inilah yang disebut “Dosanya bertambah besar pula”.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: