Agama

12 10 2008

Kata AGAMA sangat familiar ditelinga kita dan mulut kitapun sangat terbiasa mengucapkannya, bahkan dengan sangat mudah anak kecilpun dapat mengucapkan kata AGAMA ini.
Dalam kehidupan sehari-hari kata ini begitu lekat dengan setiap nafas kehidupan kita, dan berbagai pendapat yang menyangkut kata AGAMA ini bermunculan, ada yang bersikap keras tetapi ada juga yang lembut.
Berbagai aliran dari berbagai jenis AGAMA pun bermunculan sejalan dengan banyaknya orang yang merasa dirinya telah menguasai dan memahami kata & arti AGAMA, sehingga dirinya merasa perlu untuk mengajak orang lain mengikuti pemahamannya.
Sebegitu banyak aku mendengar orang mengatakan kata AGAMA dan menyebar berbagai pemahaman, tetapi rasanya aku belum pernah mendengar atau membaca sebetulnya apa sih AGAMA itu. Kenapa orang harus berperang karena AGAMA dan kenapa ada juga orang yang tidak merasa perlu untuk mempunyai AGAMA?.
Akupun merenung dan dari kedalaman bathin, munculah didalam pikiranku uraian tentang AGAMA ini yang aku ikuti dengan menuliskannya. dan setelah dibaca ulang, aku pikir ada benarnya juga, tetapi entahlah bagi orang lain.

*********

Seorang manusia, selalu mencari kehidupan bathin yang mengarah kepada sebuah kekuatan diluar jangkauan akal fisiknya. Ada sebuah keadaan yang sering membuat manusia sangat membutuhkan kekuatan ini yaitu dimana dia merasa sedang dalam keadaan yang tidak baik dan lemah sehingga dia merasa perlu penguat diri agar dapat berdiri tegak lagi.
Terasa ada yang kurang apabila manusia tidak mempunyai keinginan untuk melakukan sesuatu yang diinginkan, dan terasa tidak berimbang apabila yang diinginkan tidak dapat dilaksanakan.

Dari keadaan ini tidak ada sebuah kemungkinan apapun yang dapat membuat manusia merasa nyaman dan bahagia apabila tidak dibantu oleh sebuah kekuatan, dimana kekuatan ini hanya dapat dirasakan oleh sesuatu yang berada didalam badan dan yang mempunyai kekuatan pengendali yang sangat kuat.
Disetiap langkah manusia, akan selalu berhadapan dengan persoalan hidup yang dapat mempengaruhi pikirannya, bahkan mungkin mempengaruhi tingkah lakunya.
Untuk dapat mengatasi segala persoalan hidupnya, manusia memerlukan sebuah pegangan yang secara terus menerus dapat membantu mengatasi persoalan apapun yang dihadapinya.

Dan seperti sebuah fenomena kehidupan, dimana sebuah kekuatan yang tidak dapat ditelusuri secara nyata, tetapi hanya dapat dirasakan dengan jangkaun bathin yang dalam, membuat setiap manusia merasa mendapat kekuatan untuk dapat bertahan dalam kehidupannya.
Andaikata ada seorang manusia merasa dirinya selalu menderita atau sebaliknya, maka hal ini sudah merupakan roda kehidupan yang sebenarnya selalu berputar, hanya saja setiap manusia mempunyai keinginan dan persyaratannya sendiri, sehingga mereka tidak merasakan adanya perubahan perubahan yang membuat kehidupan mereka begitu indah dan dinamis.

Seperti telah diutarakan, diatas apabila seorang manusia merasa dirinya sedang dalam keadaan lemah, maka dia merasa perlu sebuah pegangan, tetapi apabila dia sedang dalam keadaan kuat, sepertinya tidak pernah terpikirkan untuk mencari pegangan.

Agama, tidak pernah menyuruh manusia untuk bersikap masa bodoh terhadap kehidupannya sendiri.

Agama akan selalu menemani mereka kemanapun mereka pergi dan agama juga akan selalu setia menemani dan memberi kan dirinya sebagai pegangan dikala menusia merasa lemah.

Ada juga sebuah keadaan dimana manusia menganggap AGAMA adalah sebuah peraturan yang ketat dan harus dijalankan dengan benar karena apabila menjalankannya tidak benar maka akan disebut dosa besar.
Beberapa pendapat mengarah kepada pengertian, agama adalah sebuah karunia dari Tuhan YME untuk kaum manusia didunia, agar mereka mendapat pegangan ataupun bantuan dikala manusia merasa senang dan tidak senang.

Tetapi belakangan ini, setiap umat beragama selalu memberikan kesan bahwa AGAMA adalah sebuah keterikatan moral yang harus diatur oleh sebuah peraturan ketat dan tidak boleh dilanggar. Betulkah demikian ?

Ada sebuah kejadian yang membuat kita berpikir lebih jernih tentang AGAMA ini, dimana hati kita akan memberikan kesannya dan diri kita akan mengartikannya secara lebih detail kepada sikap dan perilaku sehari hari, dimana orang akan mendapat kesan secara langsung dari apa yang mereka lihat dalam kelakuan tangan, kaki , mata dan mulutnya.
Seorang manusia, seperti biasanya sering merasa dirinya tidak beruntung bahkan sangat menderita dan seperti biasanya kalau sedang menderita, dia akan bertanya atau memohon pada Tuhan agar penderitaannya cepat diakhiri atau mengapa dia menderita, dapat langsung diberi jawabannya.

Peranan sebuah Agama dalam kehidupan manusia sangat ditentukan oleh persepsi yang diambil oleh setiap individu yang menjalankannya.
Ada yang menganggap AGAMA hanya akan menambah penderitaan saja, ada juga yang menganggap AGAMA adalah petunjuk dan pegangan hidup yang akan membuat manusia lebih nyaman hidup didunia maupun diakherat, ada juga yang menganggap sekedar ada daripada tidak ada dan yang lebih ekstrim lagi menganggap AGAMA adalah sebuah benda yang harus diikuti kemanapun dia pergi dan sepertinya AGAMA satu satunya hal yang dapat membuat seseorang dapat diterima segala amal dan budi baiknya oleh Sang Pencipta.

Lalu pendapat mana yang benar. Semua dapat dibenarkan tetapi bisa juga disalahkan tergantung dari sudut kita memandangnya.

Apabila dilihat dari sudut kemanusiaan belaka, sepertinya AGAMA hanya akan membebani setiap langkah manusia dalam menjalankan kehidupannya.

Apabila dilihat dari kehidupan manusia itu sendiri, dimana didalam perjalanannya selalu menghadapi berbagai masalah, maka pendapat kedua sangat tepat.

Selanjutnya bagi yang merasa tidak terlalu memerlukan pegangan dalam menjalankan kehidupannya didunia, mereka akan berpendapat seperti yang ketiga dan bagi yang keempat mereka akan berjuang mati2an untuk AGAMA yang dianutnya.

Melihat fenomena diatas, kita menjadi bingung tentang apa sebenarnya arti AGAMA bagi kehidupan manusia didunia ini.
Bismillahir rahmaanir rahiim, dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kata kata ini selalu digunakan oleh umat Islam sebelum melakukan kegiatan apapun, agar selalu mendapat berkah dan ridho-Nya, serta akan selalu didalam lindungan kasih sayang-Nya.

Akan halnya bacaan diatas itu, sebenarnya hanya sebuah kata pembuka pada setiap kegiatan, tetapi sangat mengandung makna yang tinggi karena kita selalu memohon kebaikan dari kasih sayang Tuhan.

Pertanyaannya kemudian adalah “ Mengapa kita merasa harus mengucapkan kalimah itu?’’ dan “Mengapa seolah olah dengan membaca kalimat itu kita langsung merasa segala sesuatunya akan dilindungi oleh Tuhan YME’.

Sebagai umat yang menganut Agama Islam sudah barang tentu akan merasakan makna dari kalimat itu, tetapi bagi penganut Agama lain belum tentu, masing masing Agama mempunyai kata atau kalimat pembuka untuk sebuah kegiatan terutama kegiatan keagamaan.

Ada satu hal yang kita lupakan disaat kita membaca kalimat kalimat pembuka ini, yaitu bisakah kita membaca kalimat lain yang sepertinya mengandung makna yang lebih dalam dari pada hanya sekedar kasih sayang?

Jawabannya tentu saja bisa, kenapa tidak? Ada sedikit kesulitan dalam mengartikan kalimat pendahulu ini, karena sepertinya semua orang sudah dibentuk oleh Agamanya masing masing untuk menggunakan kalimat pembuka yang sama disaat akan melakukan kegiatannya.

Lalu dimana letak arti dari sebuah Agama ini?

Secara perlahan kita melangkah kearah yang lebih dekat pada arti sebuah AGAMA tetapi belum menyentuh pengertian “ Apa sih pengertian Agama itu ?’

Menurut buku kuno yang menyetarakan kegiatan spiritual dengan pegangan terhadap sebuah kekuatan, disebutkan bahwa setiap manusia selalu merasa membutuhkan sebuah kekuatan untuk menunjang kebutuhan hidupnya, terutama yang berkaitan dengan jiwanya dan setiap jiwa akan memerlukan sebuah pegangan, untuk keseimbangan bathinnya maupun keseimbangan kehidupannya didunia.

Sebuah Agama, adalah sebuah alat yang dipergunakan untuk mencapai ketenangan dan ketentraman jiwa maupun bathin dari seorang manusia yang tentu saja bagi yang sudah sangat menyadari akan adanya sebuah kekuatan yang Maha Besar yang dapat memberikan apa yang mereka inginkan, terutama dalam hal ketenangan dan ketentraman bathin.

Semakin lama peranan Agama menjadi semakin kuat, apalagi setelah Allah mengutus Nabi dan Rasul2-Nya untuk mengemukakan keberadaannya didalam kehidupan manusia.

Sebagai umat, seorang manusia akan selalu merasakan adanya panggilan dari dalam badannya, untuk selalu mencari kekuatan kekuatan diluar alam nyata yang dapat membuat dirinya merasa tenang dan tentram, apalagi setiap saat akan selalu dihadapkan pada masalah yang cukup membuat menderita bathin yang lama.

Sewajarnyalah apabila hal ini dibantu oleh sebuah cara, yang dapat membawa manusia menemukan jalan pemecahan yang baik dan dapat membuat dirinya tenang dan tentram.

Ada lagi, sebagian manusia yang merasa dirinya sudah tidak mungkin lagi membuat sebuah hal untuk menjadikan sebuah kehidupan menjadi penuh arti, tetapi dibalik ini semua masih ada sebuah panggilan yang sangat kuat dimana sebagian dari badannya masih menginginkan sebuah kedamaian abadi, dimana walaupun fisiknya seperti tidak memerlukan apa apa, tetapi didalam jiwanya seolah olah menginginkan adanya sebuah arti dari sebuah kehidupan.

Disinilah nurani kita berperan, dimana sebuah panggilan dari jauh didalam badan kita, membuat kita membutuhkan sebuah acuan yang jelas dan dapat dirasakan, dimana secara naluri jiwa kita akan menentukan bagian mana dari dalam dirinya yang memerlukan bantuan untuk sebuah kedamaian, dan itu adalah AGAMA.

AGAMA, merupakan sebuah tuntunan bagi seluruh umat manusia, yang merasakan sebuah panggilan dari lubuk hati terdalam, karena bagian ini sering tidak tersentuh oleh akal pikiran fisik, dan apabila sesuatu yang tidak jelas berasal darimana muncul dan meminta sebuah kedamaian, disitulah manusia mulai merasa perlu arahan dan tuntunan untuk mengenal bentuk panggilan itu.
Tuhan telah memberikan pengarahan kepada umatnya, agar mereka tidak merasa kosong atau begitu panggilan kebutuhan itu ada, maka jawabannya telah tersedia.

Jadi jelas apabila ada orang yang menganggap AGAMA hanya sebagai pengganggu kenyamanan kehidupan, maka hal ini sangat keliru karena ternyata yang terganggu hanya kehidupan fisik itupun belum tahu dimana letak terganggunya. Padahal kalau kita amati, gangguan fisik itu lebih sering dilakukan oleh dirinya sendiri ketimbang oleh jiwanya. Nah sekarang tinggal kita menentukan peran apa yang akan kita berikan pada AGAMA didalam kehidupan kita sekarang ini.

Silahkan pilih sendiri .


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: