BUDAYA & KEBUDAYAAN

10 10 2008

Kembali kepada akar kata budaya, maka kita akan menelusuri sebuah fenomena yang menggambarkan pola kehidupan sekelompok manusia purba dimana mereka tidak pernah mengerti arti dari kata budaya ini.
Dari perkembangan ilmu pengetahuan yang berakar dari sebuah budaya manusia, selalu menunjukkan sebuah keadaan dimana manusia mempunyai perilaku yang sangat acceptable pada setiap perubahan dalam perjalanan kehidupannya. Ada sebagian masyarakat yang mempunyai kebiasaan selalu mengikuti setiap langkah kehidupan dengan mengekspresikannya dalam bentuk tulisan, ada lagi yang mengekspresikan dalam bentuk kegiatan kegiatan kemanusiaan ada lagi dalam bentuk teknologi yang selalu berkembang setiap manusia menarik nafas kehidupan.

Lalu dimana kita harus mulai dengan kata budaya apabila manusia purba tidak mengenalnya?

Manusia lahir dan mati sesuai dengan jalur kehidupan yang telah menjadi takdirnya. Benarkah takdir hidup dan mati sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa? Atau hanya lahir yang jadi takdir atau sebaliknya hanya mati yang jadi takdir?

Betapa sulit kita menjangkau kehidupan manusia dari sisi ini, banyak sekali hal yang tidak dapat kita jawab dengan tepat semua jawaban hanya mengira-ngira tanpa mempunyai dasar analisis yang kuat dan akurat. Setiap jawaban hanya akan membuka tabir kerahasiaan yang semakin luas dan dalam. Betulkah Tuhan telah menentukan nasib setiap mahluk-Nya didunia ini, betulkah Tuhan hanya mendengar kata hati tanpa kita tahu bahwa Dia telah mendengarnya, betulkah seluruh kekayaan alam yang kita huni ini mempunyai arti bagi kehidupan manusia didunia ini, betulkan Tuhan telah menentukan kebudayaan manusia dari awal keberadaan Adam & Hawa didunia ini? Betulkah, betulkah, betulkah merupakan pertanyaan yang selalu menginginkan jawaban yang dapat dijadikan pegangan atau patokan untuk memulai sebuah perjalanan penelitian kehidupan manusia.

Jadi dimana letak kehidupan manusia yang merupakan asal kata “ budaya” dan “kebudayaan” apabila ternyata selama ini hanya ada pertanyaan “betulkah?” tanpa mempunyai jawaban “Ya” atau “Tidak” yang pasti dan dapat dijadikan pegangan.

Rupanya disinilah kita mulai berpikir tentang sesuatu yang “tidak nyata”, sesuatu yang “tidak dapat dipegang atau dilihat secara nyata”. Semuanya sangat tidak nyata dan tidak jelas rumusan dan asal usulnya, semuanya serba tidak jelas bagaimana keluar dan masuknya sebuah kehidupan berbudaya, semua seba tidak jelas bagaimana bentuk konkritnya sebuah budaya. Hal inilah yang menimbulkan berbagai pandangan yang berbeda ataupun hampir sama dari setiap orang yang ingin meneliti dan menyimpulkan penemuannya tentang kata “budaya dan kebudayaan”

Untuk mempersingkat waktu, baiklah kita mulai dengan sebuah pikiran yang muncul dikepala manusia tentang sebuah keinginan untuk melanjutkan kehidupannya karena dia tidak dapat menolak atau menghindarinya.
Sebuah keinginan akan merupakan titik awal dari sebuah kegiatan. Sebuah kegiatan akan merupakan titik awal sebuah proses kelangsungan kehidupan dan sebuah kehidupan merupakan titik awal dari sebuah permasalahan dan sebuah permasalahan merupakan titik awal dari pengetahuan..
Dengan mengadakan penelitian secara menyeluruh tentang sebuah kegiatan manusia dibumi ini, kita akan melihat bahwa setiap kegiatan yang dilakukan pada dasarnya selalu didasarkan pada sebuah keinginan yang muncul didalam pikirannya yang dipicu oleh sebuah rangsangan electromagnetik yang muncul ketika mata melihat atau kuping mendengar atau kulit merasakan sebuah rangsangan yang ditimbulkan oleh suatu keberadaan fisik maupun non fisik.
Dari fenomena ini bagaimana bisa berkembang menjadi sebuah perilaku manusia?
Ada sebuah proses didalam otak kita dimana sebuah rangsangan yang diakibatkan oleh diterimanya sebuah getaran dari sebuah sumber frekwensi akan mengakibatkan setiap mili bahkan micron sel otak kita bergetar halus dengan kekuatan maha dahsyat dan mampu membuat seorang manusia menggerakkan anggota badan maupun mengeluarkan suara pelan sampai keras. Sebuah kelenjar otak yang merupakan sumber dari segala proses terjadinya sebuah aktivitas manusia akan selalu memberikan reaksi berupa perintah yang harus diolah oleh otak besar sampai mengeluarkan gerakan yang akan dilaksanakan oleh sel sel pada otak kecil. Dari proses inilah timbul sebuah perilaku atau kebiasaan manusia didalam mengekspresikan keinginannya yang akan selalu timbul dari dalam badannya sesuai dengan apa yang diisyaratkan oleh perintah otaknya.
Jenis perilaku manusia ada beberapa kategori dimana seluruhnya akan tetap mengacu pada reaksi spontan ataupun yang tertunda karena terjadi proses berpikir… ( istirahat dulu aaaah, nanti diterusin lagi )….


Actions

Information

2 responses

21 10 2008
rizna

APAKAH KEBUDAYAAN DAPAT MENSEJAHTERAKAN HIDUP MANUSIA?…..
APAKAH KEBUDAYAAN DAPAT MENYUSAHKAN HIDUP MANUSIA?….
APAKAH ADA HASIL KARYA MANUSIA YANG TIDAK TERMASUK KEBUDAYAAN?….
TOLONG SEGERA DIJAWAB….TERIMAKASIH B4

22 10 2008
mirabiela

Hallo ” rizna “, sorry aku baru bales comment kamu.
Pertanyaannya sepertinya sederhana, tetapi aku enggak bisa segera menjawab seperti yang kamu mohon, karena aku harus hati2 dalam memberikan jawabannya…
Insya Allah akan aku posting segera setelah aku merasa jawabannya mendekati kebenaran…
Salam kenal yaa….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: