Hak & Kewajiban Azazi Manusia

12 10 2008

Sebenarnya hak azazi manusia sudah sangat difahami oleh semua orang yang hidup didunia. Untuk membuat hal ini lebih dimengerti, kitapun sudah dari dulu selalu berupaya agar istilah Hak Azazi Manusia ini dapat benar benar dimengerti maupun dapat diamalkan setiap orang kepada orang lain. Sebegitu banyaknya orang berbicara masalah H A M ini, dan sebegitu banyaknya orang berbicara bagaimana caranya agar H A M ini dilaksanakan dengan benar dan bertanggung jawab, tetapi sebegitu banyak juga orang yang berusaha untuk tidak mengikuti apa yang dia sangat sadari sebagai H A M. Mengapa ?
Pertama : Hak Azazi Manusia hanyalah sebuah istilah yang merupakan singkatan dari apa dan bagaimana seseorang dapat hidup dengan baik dan layak.
Kedua : Hak Azazi Manusia bukan merupakan suatu kewajiban didalam menyelenggarakan suatu kehidupan orang lain dan bukan pula sesuatu yang akan berdampak kepada tidak hidupnya seseorang karena orang lain tidak terlalu memperhatikan apa yang menjadi hak azazinya
Ketiga : Apabila seseorang merasa tahu tentang apa itu Hak Azazi Manusia, maka dia akan bicara sangat panjang lebar dan sangat hati hati, tetapi sebenarnya tidak menyentuh suati arti dan nilai yang sangat mendasar, bahkan cenderung hanya untuk menampilan dirinya sebagai sosok yang sangat peduli pada manusia lain ataupun sangat peduli kepada nasib orang lain yang kelihatannya hak azazinya dilanggar
Keempat : Didalam menjalankan suatu proses kehidupan, manusia memang dituntut untuk selalu menghormati Hak Azazi orang lain, terutama bagi orang yang kegiatan sehari seharinya selalu berhubungan dengan Hak Pribadi Orang. Sayangnya apa yang dituntut ini tidak selalu adil bagi setiap orang ataupun kelompok masyarakat, karena ternyata yang sering dibicarakan adalah seolah olah Hak Azazi Manusia itu hanya berisi suatu kepribadian yang tidak menyakitkan orang lain ataupun merugikan kehidupan orang lain.
Sebenarnya apa yang terkandung didalam kata kata HAK AZAZI MANUSIA itu ?
Untuk menguraikan hal ini sebaiknya kita melompat dulu jauh kebelakang, dimana suatu fenomena pernah terjadi, dimana seorang manusia begitu menderita dikala hak dia sebagai manusia dicabik cabik oleh sebuah kekuasaan yang saat itu sedang gemilang gemilangnya berkuasa. Pada saat itu muncul suatu aliran yang dinamakan aliran Humanis atau sebuah aliran yang sangat peduli kepada harga diri seorang manusia dan sangat peduli kepada apa yang disebut sekarang ini Hak Azazi Manusia.
Istilah Hak Azazi Manusia belum seperti sekarang dan juga belum terlalu merasuk pada setiap kehidupan masyarakat, karena kata kata ini sangat tabu untuk disebutkan dan juga sangat beresiko tinggi terhadap kehidupan orang yang berani menyebutnya. Segala kehidupanpun tetap berlangsung seperti air mengalir tanpa ada suatu gejolak yang membuat Hak Azazi Manusia ini mencuat kepermukaan. Namun suatu saat dimana terjadi sebuah revolusi yang cukup menjungkir balikkan kaum penguasa, kata Hak Azazi Manusia ini mulai berdengung dimasyarakat sehingga setiap orang sepertinya menuntut untuk segala hal yang sifatnya Hak Azazi mereka dipenuhi oleh orang lain, terutama oleh para penguasa. Ketika hal ini mencapai puncaknya, terjadilah suatu perang antara kaum penuntut Hak Azazi Manusia dan kaum yang tidak ingin masalah ini sampai muncul kepermukaan karena hal ini berarti akan berakhirnya dominasi mereka terhadap manusia yang lain yang mereka anggap sangat lebih lemah dari mereka. Saat inilah terjadi suatu fenomena dimana masyarakat yang merasa Hak Azazinya diinjak injak penguasa, mereka membuat suatu slogan yang berbunyi selamatkan jiwa kami karena hal ini merupakan Hak Azazi kami yang paling utama selain hak hidup kami yang selama ini selalu dianggap tidak bermakna dan tidak bernilai sebagai manusia.
Lalu apa yang terjadi setelah hal ini begitu menggema dan tidak dipedulikan oleh para penguasa waktu itu, seluruh penguasa mendapat ancaman hukuman yang dijatuhkan oleh mereka yang merasa dirinya diinjak injak dan mereka menuntut para penguasa berganti posisi, dimana mereka berada pada posisi dimana hak hidup mereka benar benar ada ditangan orang lain dan mereka baru menyadari bahwa sesungguhnya setiap orang siapapun dia, akan selalu menuntut apa yang mereka tidak dapatkan dan apa yang mereka inginkan dan apabila hal ini tidak tercapai maka mereka akan merasa hak azazi mereka tidak terpenuhi.
Lalu apa sebenarnya arti dan makna dari hak azazi manusia ini?
Menurut seorang ahli filsafat kuno, hak azazi manusia sudah terdapat didalam hati nurani setiap insan manusia, dan manusia itu sendiri yang terus mengembangkan apa itu yang dinamakan hak azazi manusia, tetapi apapun yang didefinisikan ternyata yang paling penting adalah bahwa manusia sebagai seorang mahluk hidup didunia menginginkan suatu kehidupan yang damai, tentram dan bahagia, tetapi yang kemudian terjadi adalah hak azazi manusia dijadikan suatu slogan untuk menutupi keinginan pribadi yang sebenarnya sangat bertentangan dengan apa yang ingin dicapai oleh orang lain dan pada akhirnya terjadi salah pengertian mengenai arti dan makna dari hak azazi manusia itu sendiri.
Kembali kepada soal yang menyangkut kebutuhan hidup manusia yang sering dipolitisir oleh para politikus, maka terjadilah suatu fenomena dimana sekelompok manusia akan dijadikan alat untuk mendengungkan apa yang disebut Hak azazi manusia ini untuk membuat suatu kesan dimasyarakat bahwa kita sangat peduli kepada hak azazi manusia dan kita sangat prihatin dengan kondisi hak azazi manusia ini, namun pada kenyataannya kita hanya menunjuk pada orang lain yang harus bertanggung jawab terhadap sebuah hak azazi yang dianggap telah diperkosa dan telah dibunuh oleh suatu rencana pribadi ataupun oleh suatu ambisi yang tidak tertahan, sehingga timbul polemik yang mengarah kepada perbedaan pendapat yang dipertajam dengan silang pendapat dari para pembicara politik kita, dan pada akhirnya kita melihat bahwa seluruh kegiatan yang katanya sangat mempedulikan hak azazi manusia tidak mencerminkan lagi kepentingan orang yang dianggap hak azazinya diinjak tetapi lebih kepada pemanfaatan situasi untuk kepentingan diri sendiri dan sekelompok orang yang sangat haus akan kekuasaan dan popularitas.
Jadi apapun yang didengungkan orang atau apapun yang selalu dibicarakan orang mengenai hak azazi ini, maka hanya sebagian kecil saja yang benar benar didasarkan pada keinginan yang tulus untuk tetap mempertahankan akan arti dan makna dari hak azazi manusia ini dan yang kemudian terjadi justru lebih banyak mengarah kepada pengkultusan dari tokoh yang seolah olah sangat peduli kepada hak azazi manusia ini sehingga seringkali terjadi kesalah fahaman diantara orang yang mengerti betul apa arti hak azazi manusia ini dengan orang yang hanya mengikuti apa yang diucapkan oleh tokoh yang mereka anggap sebagai tokoh hak azazi manusia. Sekian

KEWAJIBAN AZAZI MANUSIA

Apabila kita memperhatikan seluruh dunia sering sekali berbicara mengenai sebuah hak azazi yang diinjak injak, sebuah hak azazi yang diperkosa atau banyak lagi berita yang mengandung terjemahan dari hak azazi yang sangat mengarah kepada bagaimana seharusnya manusia dihargai hak hidupnya oleh orang lain.
Tapi bagaimana dengan kewajiban manusia yang juga sebenarnya harus dipikirkan dan diingat karena selain manusia mempunyai hak, manusia juga mempunyai kewajiban yang sifatnya sangat mendasar dan hal ini sangat sering dilupakan oleh kita, karena seperti halnya manusia yang bijak dan sangat dipengaruhi oleh kebutuhan hidup manusia sering melupakan apa yang menjadi kewajiban manusia itu sendiri terhadap orang lain maupun lingkungannya.
Bagaimanapun majunya suatu peradaban manusia, bagaimanapun majunya suatu negara, masalah kewajiban manusia sering hanya dikaitkan dengan apa yang tertulis didalam peraturan ataupun apa yang tersirat didalam suatu undang undang yang sering kali tidak dimengerti ataupun diketahui oleh masyarakat luas, sehingga didalam praktek kehidupannya banyak terjadi mereka hanya mengerti apa yang disebut hak azazi manusia dari pada kewajiban azazi manusia dan akibat dari ketidak mengertian ini mereka berbuat semaunya karena hak azazi mereka untuk hidup sangat mendominasi pikiran mereka.
Lalu bagaimana sebenarnya kewajiban manusia itu bisa dilaksanakan oleh seluruh umat manusia didunia ini?
Untuk mengenal lebih jauh apa itu kewajiban azazi, maka kitapun harus mengenal dulu suatu peradaban kuno yang sangat mengerti kepada kewajiban azazi ini.
Dijaman batu dulu, mungkin manusia tidak diperkenalkan kepada apa yang disebut kehidupan modern karena memang saat itu mereka hanya berfikir tentang kehidupan yang mendasar yaitu mereka membutuhkan makanan dan perlindungan sehingga didalam hati mereka yang tersirat hanyalah mencari makan dan membuat perlindungan. Ketika ada orang yang berusaha meningkatkan kebutuhan utama ini dengan menambahkan faktor kenyamanan maka timbullah berbagai reaksi yang sangat tidak diduga karena ternyata setelah adanya keinginan untuk mendapatkan kenyamanan timbul berbagai tindakan yang mengarah kepada saling memburu apa yang menurut mereka dapat memenuhi kebutuhan akan faktor kenyamanan tadi sehingga dari sini mulailah terjadi egoisme dan saling menjatuhkan kebutuhan orang lain demi untuk kenyamanan diri sendiri.
Sebenarnya apa arti dari uraian diatas tadi?
Jika kita menyimak dengan teliti, bahwa apa yang tersirat dari uraian diatas adalah menggambarkan bagaimana sebuah tuntutan kenyamanan dapat begitu berpengaruh didalam kehidupan manusia dan dapat menjungkirbalikan makna dasar dari suatu kehidupan dan akhirnya manusia lupa pada yang hakiki dari suatu nilai kehidupan yaitu kebersamaan yang didasari oleh rasa saling menghargai kehidupan orang lain dan rasa kebersamaan yang didasari oleh rasa cinta kasih akan suatu kenyamanan hidup bersama tanpa harus mengorbankan hak hidup seseorang sehingga didalam pelaksanaan kehidupannya akan timbul rasa saling tolong menolong dan saling menghargai hak hidup orang lain tanpa menuntut suatu penghargaan.


Actions

Information

One response

17 10 2008
Andi

Setuju Bu!
Sering tafsiran hak azazi itu terlalu hitam dan putih jadi tidak melihat lagi substansinya. Seperti hak berbicara dan mengeluarkan pendapat yang diterjemahkan “Saya bisa bicara/pendapat apa saja, tidak peduli ada yang tersinggung atau tidak” … Kasus ini yang sering jadi pemicu kekerasan, karena kalau sudah bicara hak azazi itu seperti bicara dengan TEMBOK. Dan untuk bisa didengar, TEMBOKnya harus dihancurkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: